Lompat ke isi utama

Peringatan Hari Guru Nasional didalamnya terdapat rangkaian seremoni peringatannya, agar meriah, khusyuk dan khidmat. Rangkaian tersebut diantaranya dalam Upacara Hari Guru Nasional 2021 akan ada Doa Hari Guru Nasional dan Pidato Mendikbudristek. Tahun 2021 Kemendikbudristek menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka Peringatan HGN 2021 beserta doa Peringatan HGN 2021. Tidak seperti biasanya pandemi COVID-19 masih menyasaratkan Protokol Kesehatan demi kebaikan semua.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi selain melayangkan surat pertanggal 19 November 2021 bernomor 81555/MPK/TU.02.03/2021 dengan tajuk penting yaitu Pedoman Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021. Surat ini dilayangkan kepada Menteri Agama Republik Indonesia; Duta Besar/Kepala Perwakilan Indonesia di Luar Negeri; Gubernur; Bupati/Walikota; Pimpinan Unit Utama di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi; Kepala Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota; dan Kepala Satuan Pendidikan di Indonesia dan Luar Negeri.

Kemendikburistek juga mengeluarkan Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari Huru Nasional Tahun 2021.

Seperti kita ketahui bersama bahwa Peringatan Hari Guru Nasional yang di peringati setiap tahun pada tanggal 25 November. Memiliki dasar hukum yaitu Kepres 78 tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional.

Tema Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021

Tema Peringatan Hari Guru Nasional 2021 adalah “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

Logo Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 dapat diunduh di bawah.

Logo Hari Guru Nasional 2021

DO’A PADA UPACARA BENDERA
HARI GURU NASIONAL 2021

Berikut adalah bacaan Do’a Pada Upacara Bendera Hari Guru Nasional Tahun 2021

Ya Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Tiada kata yang patut kami haturkan melainkan sanjungan tertinggi bagi-Mu, karena hanya atas kuasa dan ijin-Mu lah pada hari ini kami bisa berkumpul dalam rangka mengikuti “Upacara Bendera Hari Guru Nasional Tahun 2021”, untuk itu ya Allah berkati dan ridhoi acara kami ini.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa

Kami yang hadir dalam upacara di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai dengan saat ini, jadikanlah Hari Guru Nasional tahun ini sebagai momentum untuk: Meningkatkan mutu, kualitas, kesejahteraan, perlindungan bagi guru dan tenaga kependidikan secara komprehensif, dan meningkatkan profesionalisme guru-guru kami untuk mendidik putra putri menjadi pelajar Pancasila sejati.

Ya Allah, ya Rahman ya Rahim

Kami sangat mendambakan guru-guru kami menjadi pendidik-pendidik sejati, menjadi hamba-Mu yang selalu menyemai ilmu pengetahuan, mendidik dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, menjadi panutan dan inspirasi bagi anak-anak bangsa ini, sehingga bangsa ini memiliki peradaban yang unggul dan mulia, bangsa yang memiliki kecerdasan yang paripurna, serta berbudi pekerti yang luhur. Ya Rob muliakan guru kami dengan karya-karya mereka yang bermakna bagi anak bangsa ini.

Yaa Allah yang Maha Pengampun

Kami sadar begitu banyak dosa dan kesalahan yang telah kami lakukan, jika Engkau tidak sudi mengampuni, kepada siapa kami harus memohon ampun. Oleh karena itu ya Allah, ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, dosa Ayah dan Bunda kami, dosa guru-guru kami, dosa para pemimpin kami, serta dosa para pendahulu kami. Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau khilaf, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami, janganlah engkau pikulkan pada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.

Allahumma Ya Allah Ya Hadi, Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk. Tunjukkanlah yang benar itu tampak benar dan berilah kekuatan kepada kami untuk dapat melaksanakannya, dan tunjukkanlah yang salah tampak salah dan berilah kekuatan kepada kami untuk dapat menjauhinya., sehatkan kami, kuatkan kami, jauhkan kami dari marabahaya wabah covid-19 dan kami mohon Engkau berkenan mengangkat wabah ini dari negeri yang kami cintai ini.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mendengar, kabulkanlah doa dan permohonan kami.

Begitulah bunyi Doa Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2021.

PEDOMAN PELAKSANAAN UPACARA BENDERA
PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2021

Berikut adalah Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Dalam Rangka Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021, bukan format asli:

A. Latar Belakang

Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pemuda pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dengan demikian, guru merupakan salah satu faktor yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa. Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan tanggal 25 November selain sebagai HUT PGRI juga sebagai Hari Guru Nasional. Untuk memperingati momentum yang berharga ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah memberikan berbagai apresiasi terhadap dedikasi guru. Salah satu bentuk penghargaan tersebut adalah dengan diselenggarakannya upacara bendera memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2021.

Namun, di tengah krisis pandemi Covid-19 yang melanda tanah air tahun ini, upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 diselenggarakan secara minimalis dan terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.

B. Tujuan, Sasaran dan Tema

1. Tujuan

  1. Meningkatkan peran strategis guru dan tenaga kependidikan dalam membangun sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam meningkatkan mutu pendidikan.

  2. Meneladani semangat dan dedikasi guru sebagai pendidik profesional dan bermartabat.

  3. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya kedudukan dan peran strategis guru dan tenaga kependidikan dalam membangun karakter bangsa.

2. Sasaran

Semua pegawai di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di tingkat pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang berada dalam wilayah zona aman dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 dan 2, pendidik dan tenaga kependidikan, para pemangku kepentingan pendidikan lainnya, para siswa di satuan pendidikan seluruh Indonesia baik di lingkungan pembinaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Kementerian Agama, serta siswa di satuan pendidikan di luar negeri.

3. Tema

Tema utama peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 adalah “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

4. Logo

Logo peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 adalah sebagai berikut. Logo dapat diunduh melalui laman www[dot]kemdikbud[dot]go[dot]id

Hari Guru Nasional

C. Upacara Bendera

1. Ketentuan umum

Upacara bendera diselenggarakan di kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di tingkat pusat, Kantor Kementerian Agama pusat, instansi dan satuan pendidikan di daerah yang berada dalam zona aman dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 dan 2, dan kantor perwakilan Indonesia di luar negeri serta satuan pendidikan di luar negeri yang wilayahnya ditetapkan pemerintah setempat sebagai zona aman.

2. Waktu pelaksanaan

hari, tanggal : Kamis, 25 November 2021

pukul : 08.00 waktu setempat

3. Tempat

Halaman kantor/lapangan/tempat lain yang telah disepakati oleh panitia setempat

4. Pakaian

  1. Undangan:

    • Pejabat : Pakaian adat tradisional sesuai dengan norma kepantasan;

    • Undangan Pria : Pakaian adat tradisional sesuai dengan norma kepantasan;

    • Undangan Wanita : Pakaian adat tradisional sesuai dengan norma kepantasan;

    • Guru, Dosen : Pakaian adat tradisional sesuai dengan norma kepantasan;

    • Organisasi profesi : Pakaian seragam organisasi;

  2. Barisan:

    • Pegawai : Pakaian adat tradisional sesuai dengan norma kepantasan;

    • Siswa : Seragam Sekolah;

    • Mahasiswa : Seragam sesuai ketentuan masing-masing;

    • Petugas Upacara : Sesuai ketentuan.

5. Susunan acara upacara bendera

Susunan acara upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 adalah sebagai berikut.

  • Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara;

  • Pembina upacara tiba di tempat upacara;

  • Penghormatan kepada pembina upacara;

  • Laporan pemimpin upacara;

  • Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh korsik/paduan suara;

  • Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara;

  • Pembacaan naskah Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara;

  • Pembacaan naskah Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945;

  • Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya (jika ada);

  • Menyanyikan lagu Hymne Guru;

  • Amanat pembina upacara (Pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi);

  • Menyanyikan lagu Terima Kasih Guruku;

  • Pembacaan do’a;

  • Laporan pemimpin upacara;

  • Penghormatan kepada pembina upacara;

  • Pembina upacara meninggalkan mimbar upacara;

  • Upacara selesai, barisan dibubarkan.

Demikian bunyi Pedoman Penyelenggaraan Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021.

PIDATO MENTERI
PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
PADA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL
TAHUN 2021

Assalamu 'alaikum Warahmatu//ahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastyastu,
Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu.

Ibu dan Bapak guru yang saya hormati dan banggakan,

Tahun lalu adalah tahun yang penuh ujian. Kita semua tersandung dengan adanya pandemi. Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, terpukul secara kesehatan, dan terpukul secara batin.

Guru mau tidak mau mendatangi rumah-rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran. Guru mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal. Guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan. Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa "makan".

Sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang terdemotivasi. Tapi ternyata ada fenomena yang tidak terkira. Saat saya menginap di rumah guru honorer di Lombok Tengah, saat saya menginap di rumah Guru Penggerak di Yogyakarta, saat saya menginap bersama santri di pesantren di Jawa Timur, saya sama sekali tidak mendengar kata "putus asa".

Saat sarapan dengan mereka, saya mendengarkan terobosan-terobosan yang mereka inginkan di sekolah mereka. Wajah mereka terlihat semangat membahas platform teknologi yang cocok dan tidak cocok untuk mereka. Dengan penuh percaya diri, mereka memuji dan mengkritik kebijakan dengan hati nurani mereka.

Di situlah saya baru menyadari bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan. Guru-guru se-Indonesia menginginkan perubahan, dan kami mendengar.

Guru se-Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi. Guru se-Indonesia menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis. Guru se-Indonesia menginginkan kurikulum yang sederhana dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap murid yang berbeda-beda. Guru se-Indonesia menginginkan pemimpin-pemimpin sekolah mereka untuk berpihak kepada murid, bukan pada birokrasi. Guru se-Indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman.

Sejak pertama kali kami cetuskan, sekarang Merdeka Belajar sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan. Contohnya, penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran. Gerakan ini makin kuat karena ujian yang kita hadapi bersama. Gerakan ini tidak bisa dibendung atau diputarbalikkan, karena gerakan ini hidup dalam setiap insan guru yang punya keberanian untuk melangkah ke depan menuju satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Karena itulah, saya tidak akan menyerah untuk memperjuangkan Merdeka Belajar, demi kehidupan dan masa depan guru se-Indonesia yang lebih baik.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua guru se-Nusantara atas pengorbanan dan ketangguhannya. Merdeka Belajar ini sekarang milik Anda.

Salam Merdeka Belajar.

Begitulah isi Pidato Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim pada peringatan Hari Guru Nasional tahun 2021 yang dikeluarkan pada tanggal 25 November 2021 di Jakarta.

Pidato Mendikbudristek
dalam rangka
Hari Guru Sedunia 2021

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu

Ibu dan Bapak guru di seluruh Indonesia, Saya hari ini benar-benar semangat karena sekarang kita bertemu untuk memperingati Hari Guru Sedunia.

Jadi hari ini adalah harinya semua Ibu dan Bapak guru di Indonesia untuk merayakan bersama seluruh pendidik di berbagai belahan dunia.

Namun bagi kami di Kemendikbudristek, setiap hari adalah hari guru. Karena seperti Ibu dan Bapak guru yang tidak pernah berhenti mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak kita, kami juga berupaya terus memberikan pelayanan terbaik bagi para guru dari Sabang sampai Merauke.

Ibu dan Bapak yang saya hormati, Selama hampir dua tahun terakhir, Ibu Bapak guru terus berjuang memberikan pendidikan di tengah semua tantangan pandemi. Guru-guru ditantang untuk memanfaatkan teknologi membuat pembelajaran daring harus menarik bagi semua murid. Sementara di daerah yang sulit akses internet, banyak guru yang menantang risiko dengan mengajar dari rumah ke rumah.

Dengan hal ini, kami berupaya membantu dan mendukung para pendidik dan tenaga kependidikan dengan menghadirkan beragam paket kebijakan,

Kami melaksanakan relaksasi dana BOS sehingga bisa digunakan untuk membayar honor guru non-PNS, guru-guru honorer.

Kami memberikan Bantuan Subsidi Upah untuk pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS,

Kami memberikan opsi bagi guru untuk menerapkan kurikulum darurat, yang lebih ramping, lebih sederhana.

Kami membagikan modul pembelajaran di masa khusus untuk membantu pembelajaran di daerah yang sulit akses internet,

Dan kami mengembangkan platform Guru Belajar dan Berbagi sehingga para guru dapat saling belajar dari rekan sejawatnya dalam mengembangkan pembelajaran.

Selain itu, kami juga berupaya meningkatkan kesejahteraan guru dengan menyelenggarakan seleksi guru ASN-PPPK dengan afirmasi bagi pelamar yang telah memiliki sertifikat pendidik, yang berusia lebih dari 35 tahun, penyandang disabilitas, berasal dari THK2 dan aktif mengajar selama paling tidak tiga tahun.

Dan sekarang, berkat ketangguhan Ibu dan Bapak kita berhasil melewati masa yang penuh tantangan. Saat ini kita mulai melaksanakan PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat demi keselamatan semua warga sekolah. Dan sekali lagi, peran Ibu dan Bapak guru sangatlah besar dalam menyukseskan PTM terbatas.

Oleh karena itu, kami telah memprioritaskan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Saya berharap Ibu dan Bapak dapat mendukung upaya percepatan vaksinasi ini sehingga anak-anak kita dapat segera kembali ke sekolah untuk belajar dengan aman, nyaman, dan jauh lebih optimal.

Ibu dan Bapak guru,

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan terima kasih.

Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi Ibu dan Bapak dalam mendidik anak-anak Indonesia menjadi generasi Pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter.

Dan sekali lagi, kami terus berupaya mendengarkan masukan dari Ibu dan Bapak serta memprioritaskan peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru demi kemajuan Indonesia di masa mendatang.

Oleh karena itu, pada Hari Guru Sedunia ini, mari kita semua menyatukan semangat dan bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar.

Terima kasih,

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om, shanti, shanti, shanti, om,
Namo buddhaya.
Rahayu

Nadiem Anwar Makarim

Demikian bunyi surat Pidato Mendikbudristek dalam rangka Hari Guru Sedunia Tahun 2021.

x

Please add some content in Animated Sidebar block region. For more information please refer to this tutorial page:

Add content in animated sidebar