Lompat ke isi utama

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada tanggal 4 Juli 2021 menerbitkan Penjelasan Kemenlu RI tentang Surat Edaran Satgas COVID-19 tentang Perjalanan Internasional yaitu SE 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional masa Pandemi COVID-19. Kemenlu menjelaskan bahwa guna melindungi masyarakat Republik Indonesia dari imported case peningkatan penularan Virus SARS-CoV- 2 dan SARS-CoV-2 varian baru, yaitu, varian Alpha, Beta, Delta, dan Gamma yang berkembang di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, maka diperlukan respon cepat dari Pemerintah untuk menambahkan ketentuan khusus bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk ke wilayah Indonesia.

Dalam Addendum Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) didalamnya ada ketentuan yang mewajibkan bahwa seluruh Pelaku Perjalanan Internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus mengikuti ketentuan/persyaratan sebagai berikut:

  1. WNI wajib menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap sebagai persyaratan memasuki Indonesia, serta dalam hal WNI belum mendapat vaksin di luar negeri maka akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif,

  2. WNA wajib menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap sebagai persyaratan memasuki Indonesia,

  3. WNA yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, diwajibkan untuk melakukan vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai peraturan perundang-undangan, dan

  4. Kewajiban menunjukkan kartu atau sertifikat vaksinasi COVID-19 (fisik maupun digital) dikecualikan kepada WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri keatas dan WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement, sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Penjelasan Penjelasan tentang Surat Edaran Satgas COVID-19 yaitu SE 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional masa Pandemi COVID-19 dalam bahasa Inggris

No. D/01326/07/2021/64

The Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia presents its compliments to all Foreign Missions (PNA) and International Organizations (OI) in Indonesia, and refers to the Ministry’s Circular Note No. D/00255/01/2021/64 dated 9 February 2021 regarding the announcement of the Circular Letter of the National Task Force for Handling COVID-19 Number 8 of 2021 concerning International Travel Health Protocols during the COVID-19 Pandemic Period (SE-8/2021).

It is hereby respectfully conveyed that in order to protect the people of the Republic of Indonesia from imported cases of increased transmission of the SARS-CoV-2 and SARS- CoV-2 new variants, namely, the Alpha, Beta, Delta, and Gamma variants that are developing in various countries including Indonesia, a prompt response from the Government is needed to add special provisions for international travelers entering to Indonesia. The Government of the Republic of Indonesia has set regulatory adjustment as follow:

  1. National Task Force for COVID-19 Handling Circular Letter Number 14 Year 2021 concerning Provisions for Domestic Travel during the COVID-19 Pandemic Period (SE-14/2021); and

  2. Addendum to the National Task Force for COVID-19 Handling Circular Letter Number 8 Year 2021 concerning International Travel Health Protocols during the COVID-19 Pandemic (SE-08 Addendum);

with the objective of implementing stricter health protocols for both domestic and international travellers. The Ministry further conveys to all Foreign Missions and International Organization regarding the main points of the regulation:

A. Domestic Travel for Foreign Nationals as regulated in SE-14/2021

  1. Every individual who travels domestically is obligated to comply with the health protocols set out in each area of origin or destination.

  2. Long-distance travelers to and from Java and Bali using all modes of transportation (land, air, and sea) must provide: (i) the first vaccination card, (ii) a certificate of negative RT-PCR or Rapid Antigen (depending on the mode of transportation), and (iii) Implementing the 5M health protocol, namely: wearing a mask, washing hands with soap and running water, keeping safe distance, staying away from crowds, and limiting mobilization and interaction.

  3. Foreign nationals who are already in Indonesia and need to travel, both domestically and internationally, are required to be vaccinated through a program or mutual cooperation scheme in accordance with the laws and regulations that will be announced accordingly.

B. International Travel for Foreign National allowed entry to the Republic of Indonesia

  1. Foreign nationals allowed entry to the Republic of Indonesia still the same as the SE- 08/2021, which refers to the provisions of the Regulation of the Minister of Law and Human Rights Number 26 of 2020 concerning Visa and Stay Permit During the New Normal Adaptation Period which takes effect from 29 September 2020.

  2. RT-PCR health test requirements for foreign nationals traveling from abroad are as follow:

    • 3 x 24 hours before departure;

    • 1 x 24 hours after arrival in the Republic of Indonesia; and

    • 7 x 24 hours after arrival/before terminating 8 x 24 hours mandatory quarantine period

  1. Mandatory quarantine provisions to all foreign nationals travelling from abroad (self- isolation and hotel isolation) are still in effect as stipulated in SE-08/2021, with changes to the provisions on the duration of the quarantine period as follows:

    • Heads of Foreign Missions and International Organizations as well as their families are allowed to undertake self-isolation for 8 x 24 hours at their respective residence; and

    • Diplomatic corps and embassy staff members, along with their families, and other foreign nationals in general, shall undertake quarantine for 8 x 24 hours at the list of accommodations Certified by the Ministry of Health, upon independent choosing, with cost burdened independently.

    • After 8 x 24 hours mandatory quarantine and tested negative, all international travelers are encouraged to undertake self-isolation at their respective residence up until a total of 14 days after arrival in the Republic of Indonesia.

    • Mandatory quarantine is exempted for foreign national with diplomatic and official visas who are visiting for the purpose of state/official visits of foreign officials at Ministerial level or above to the Republic of Indonesia, with the implementation of strict health protocol.

  1. The following Vaccination Policy applies to all foreign international travelers:

    • All foreign nationals entering the territory of the Republic of Indonesia are required to show COVID-19 vaccination certificate or vaccination card (in physical form or digital form) as proof of completing vaccination in full dose.

    • The requirement to show COVID-19 vaccination card or certificate (in physical form or digital form) is exempted for foreign nationals who are holders of diplomatic and service visa and are part of a foreign official/state visit on ministerial level and higher rank and foreign nationals entering Indonesia under the Travel Corridor Arrangement scheme, by upholding principles of reciprocity and implementing strict health protocols.

The Ministry advices all Diplomatic Corps and foreign nationals who are already in Indonesia to comply with the stipulations of the aforementioned National Task Force for COVID-19 Handling Circular Letter and the recent Addendum to the National Task Force for COVID-19 Handling Circular Letter, and to limit domestic travels that are not urgent and shall be affected by the enforcement of the prevailing health protocol, and to participate in rapidly reducing the COVID-19 transmission in the Republic of Indonesia.

The Ministry further informs all Foreign Missions that the aforementioned regulation shall be put in to effect starting from 6 July 2021 and shall remain in force until further notice.

The Ministry of Foreign Affairs avails itself of this opportunity to renew to all Foreign Missions and International Organizations in Indonesia, the assurances of its highest consideration.

Seperti kita ketahui bersama bahwa Addendum Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) berlaku sejak tanggal 6 Juli 2021. Dan Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan:

  1. Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi COVID-19 (SE-14/2021); dan

  2. Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi COVID-19 (SE-08 Addendum);

Adapan isi penjelasan Kementerian Luar Negeri RI bernomor No. D/01326/07/2021/64 tentang SE 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional masa Pandemi COVID-19 adalah sebagai berikut:

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan salam hormatnya kepada seluruh Perwakilan Negara Asing (PNA) dan Organisasi Internasional (OI) di Indonesia, dan merujuk Surat Edaran Kementerian Luar Negeri No. D/00255/01/2021/64 tanggal 9 Februari 2021 perihal penyampaian Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi COVID-19 (SE-8/2021).

Bersama ini dengan hormat disampaikan lebih lanjut bahwa guna melindungi masyarakat Republik Indonesia dari imported case peningkatan penularan Virus SARS-CoV- 2 dan SARS-CoV-2 varian baru, yaitu, varian Alpha, Beta, Delta, dan Gamma yang berkembang di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, maka diperlukan respon cepat dari Pemerintah untuk menambahkan ketentuan khusus bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk ke wilayah Indonesia. Dengan demikian Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan:

  1. Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi COVID-19 (SE-14/2021); dan

  2. Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi COVID-19 (SE-08 Addendum);

dengan tujuan untuk menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat terhadap pelaku perjalanan baik domestik maupun internasional. Kementerian lebih lanjut menjelaskan hal-hal pokok yang perlu diketahui oleh seluruh Perwakilan Negara Asing (PNA) dan Organisasi internasional (OI) yaitu:

A. Bagi Warga Negara Asing (WNA) pelaku perjalanan dalam negeri sesuai yang diatur dalam SE-14/2021

  1. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku yang ditetapkan di masing-masing daerah asal ataupun tujuan.

  2. Pelaku perjalanan jarak jauh dari dan ke Pulau Jawa serta Pulau Bali yang menggunakan seluruh moda transportasi (darat, udara, dan laut) wajib menunjukkan: (i) Kartu vaksin pertama, (ii) Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen (sesuai moda transportasi), dan (iii) Menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu: Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.

  3. Bagi WNA yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, diwajibkan untuk melakukan vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai peraturan perundang-undangan yang akan diumumkan selanjutnya.

B. Bagi Warga Negara Asing (WNA) pelaku perjalanan internasional yang diizinkan memasuki wilayah Republik Indonesia

  1. Kategori WNA pelaku perjalanan dari luar negeri yang diizinkan masuk ke Indonesia masih merujuk pengaturan SE-08/2021, yang mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 tahun 2020 tentang Visa Dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru yang berlaku sejak tanggal 29 September 2020.

  2. Ketentuan tes kesehatan RT-PCR bagi WNA pelaku perjalanan luar negeri yang berlaku saat ini adalah:

    • 3 x 24 jam sebelum keberangkatan;

    • 1 x 24 jam setelah ketibaan di Republik Indonesia; dan

    • 7 x 24 jam setelah ketibaan/ untuk menyelesaikan masa karantina wajib di Indonesia 8 x 24 jam.

  1. Sementara itu, ketentuan kekarantinaan wajib bagi WNA pelaku perjalanan luar negeri (isolasi mandiri dan isolasi wajib hotel) masih diberlakukan sebagaimana pengaturan dalam SE-08/2021, dengan perubahan ketentuan pada durasi waktu isolasi sebagai berikut:

    • Kepala Perwakilan Asing diplomatik dan keluarga dapat melakukan isolasi secara mandiri di kediaman diplomatik selama 8 x 24 jam; dan

    • Diplomat, staf, dan keluarganya, serta WNA umum wajib melakukan isolasi di hotel selama 8 x 24 jam yang dapat dipilih secara mandiri sesuai daftar Hotel/Penginapan yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi isolasi COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan, dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri.

    • Setelah selesai masa isolasi selama 8 x 24 jam dan dinyatakan negatif, maka semua pelaku perjalanan internasional tetap dihimbau untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah masing-masing hingga 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal ketibaan di Republik Indonesia.

    • Kewajiban karantina dikecualikan bagi WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri keatas ke Indonesia dan WNA yang masuk ke Indonesia melalui skema Travel Corridor Arrangement, sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

  1. Berkaitan dengan Ketentuan Vaksinasi berlaku bagi seluruh WNA pelaku perjalanan internasional, yaitu:

    • Semua WNA yang akan memasuki wilayah Republik Indonesia wajib menunjukkan kartu atau sertifikat (berupa fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap,

    • Kewajiban menunjukkan kartu atau sertifikat vaksinasi COVID-19 (berupa fisik maupun digital) dikecualikan kepada WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas dan WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement, sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menghimbau kepada Korps Diplomatik dan WNA yang sudah berada di Indonesia agar dapat mematuhi ketentuan Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan Covid-19 dan Addendum Surat Edaran yang baru dimaksud serta dapat membatasi perjalanan domestik yang tidak penting/mendesak, apabila berpotensi terganggunya perjalanan tersebut dan untuk ikut mengurangi potensi penyebaran Covid-19 secara cepat di wilayah Republik Indonesia.

Kementerian menyampaikan lebih lanjut bahwa ketentuan di atas berlaku sejak tanggal 6 Juli 2021 hingga pemberitahuan perubahannya lebih lanjut.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menggunakan kesempatan ini untuk sekali lagi menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Perwakilan Negara Asing dan Organisasi Internasional di Indonesia.

Demikianlah isi Penjelasan Kemenlu RI tentang Addendum Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang diterbitkan pada tanggal 4 Juli 2021.

x

Please add some content in Animated Sidebar block region. For more information please refer to this tutorial page:

Add content in animated sidebar