Lompat ke isi utama

SIM adalah Surat Izin Mengemudi. Setiap orang yang mengendarai kendaraan bermotor harus memiliki SIM. Untuk mengajukan mendapatkan SIM diperlukan syarat memiliki KTP yang artinya harus berumur 17 tahun lebih.

Kendaraan Bermotor dalam istilah Kepolisian disingkat dengan Ranmor. Kendaraan Bermotor di sini yang dimaksud adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain kendaraan yang berjalan di atas rel. Sepeda Motor adalah Ranmor beroda dua dengan atau tanpa rumah-rumah (pelindung) dan dengan atau tanpa kereta samping atau Ranmor beroda tiga tanpa rumah-rumah.

Kendaraan Bermotor dibedakan menjadi 2 yaitu Perseorangan dan Umum. Kendaraan Perseorangan adalah setiap Ranmor yang digunakan untuk angkutan barang dan/atau orang tanpa dipungut bayaran. Kendaraan Umum adalah setiap Ranmor yang digunakan untuk angkutan orang dan/atau barang dengan dipungut bayaran.

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan di jalan wajib memiliki SIM sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan. SIM yang diterbitkan Polri adalah:

  1. SIM Perseorangan;

  2. SIM Umum; dan

  3. SIM Internasional.

SIM diterbitkan oleh Polri. SIM dbagi dalam Golongan SIM, Golongan-Goongan SIM yang ada di Indonesia saat ini adalah berikut:

  1. SIM A,

    berlaku untuk mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan jumlah berat yang diperbolehkan paling tinggi 3.500 kg (tiga ribu lima ratus kilogram) berupa mobil penumpang perseorangan dan mobil barang perseorangan;

  2. SIM A Umum,

    berlaku untuk mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan jumlah berat yang diperbolehkan paling tinggi 3.500 kg (tiga ribu lima ratus kilogram) berupa mobil penumpang umum dan mobil barang umum;

  3. SIM BI,

    berlaku untuk mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg (tiga ribu lima ratus kilogram) berupa mobil bus perseorangan dan mobil barang perseorangan;

  4. SIM BI Umum,

    berlaku untuk mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg (tiga ribu lima ratus kilogram) berupa mobil bus umum dan mobil barang umum;

  5. SIM BII,

    berlaku untuk mengemudikan Kendaraan Bermotor berupa kendaraan alat berat, kendaraan penarik, dan kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg (seribu kilogram);

  6. SIM BII Umum,

    berlaku untuk mengemudikan Kendaraan Bermotor berupa kendaraan alat berat, kendaraan penarik, dan kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan umum dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg (seribu kilogram);

  7. SIM C,

    berlaku untuk mengemudikan Kendaraan Bermotor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic);

  8. SIM CI,

    berlaku untuk mengemudikan Kendaraan Bermotor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic) sampai dengan 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Kendaraan Bermotor sejenis yang menggunakan daya listrik;

  9. SIM CII,

    berlaku untuk mengemudikan Kendaraan Bermotor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Kendaraan Bermotor sejenis yang menggunakan daya listrik;

  10. SIM D,

    berlaku untuk mengemudikan Kendaraan Bermotor jenis kendaraan khusus bagi Penyandang Disabilitas yang setara dengan golongan SIM C; dan

  11. SIM DI,

    berlaku untuk mengemudikan Kendaraan Bermotor jenis kendaraan khusus bagi Penyandang Disabilitas yang setara dengan golongan SIM A.

Tata Cara Pembuatan SIM

Tata Cara mengajukan permohonan pembuatan SIM adalah dengan mengisi formulir permohonan disertai foto copy KTP dan pas photo, mengikuti ujian Teori, bila lulus ujian teori, maka berhak untuk mengikuti ujian praktek sesuai dengan jenis SIM yang dikehendaki dan bila lulus dalam ujian teori dan praktek, maka pemohon akan dipanggil untuk pembuatan SIM.

Persyaratan untuk mengajukan SIM Umum adalah memiliki SIM yaitu:

  1. Golongan A untuk A Umum, Golongan A Umum untuk B I dan B I Umum serta Golongan B I Umum untuk B II Umum;

  2. Pengalaman mengemudi minimal 12 bulan pada golongan SIM yang dimiliki;

  3. KTP / jati diri;

  4. Lulus ujian teori dan Praktek I dan Praktek II;

  5. Diwajibkan mengikuti klinik mengemudi.

SIM berlaku 5 tahun jadi SIM yang sudah tidak berlaku adalah;

  1. Habis masa berlakunya 5 tahun;

  2. SIM rusak;

  3. Digunakan orang lain;

  4. Diperoleh dengan cara tidak sah; dan

  5. Data yang ada pada SIM dirubah.

Administrasi biaya pembuatan SIM mengacu pada PP 50 tahun 2010 tentang PNPB yang berlaku pada Polri yaitu:

  1. Biaya SIM A Baru sebesar Rp.120.000,-

  2. Biaya SIM A Perpanjangan sebesar Rp.80.000,-

  3. Biaya SIM B I Baru sebesar Rp.120.000,-

  4. Biaya SIM B I Perpanjangan sebesar Rp.80.000,-

  5. Biaya SIM B II Baru sebesar Rp.120.000,-

  6. Biaya SIM B II Perpanjangan sebesar Rp.80.000,-

  7. Biaya SIM C Baru sebesar Rp.100.000,-

  8. Biaya SIM C Perpanjangan sebesar Rp.75.000,-

  9. Biaya SKUKP sebesar Rp. 50.000.

Prosedur atau kelengkapan yang harus ada untuk menerbitkan SIM, yaitu pemohon harus melampirkan KTP yang sah; Fotocopy KTP; Surat Keterangan Dokter sehat jasmani; Surat keterangan sehat rohani (Psikologi) dan BIT SIM dilengkapi hasil uji simulator.

Membuat SIM via Online

Permohonan pembuatan Surat Izin Mengemudi sudah dapat dilakukan secara Online dengan mengisi form registrasi yang ada di website Polri setempat untuk pengajuan formulir. Mengajukan pembuatan SIM C online dapat dilakukan dengan melalui Aplikasi Sinar atau SIM Nasional Presisi. Aplikasi Sinar dapat diunduh via App Store untuk HP iOS maupun Google Play Store untuk HP Android.

Membuat SIM baru dengan aplikasi Sinar, pemohon masih tetap melakukan Ujian Praktik di Satpas yang dipilih. Cara pengajuan SIM baru di aplikasi Sinar caranya adalah sebagai berikut:

  1. Unduh dan instal aplikasi Sinar;

  2. Lakukan veriifikasi nomor ponsel melalui kode OTP yang dikirimkan lewat SMS;

  3. Registrasi dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK);

  4. Lakukan face recognition;

  5. Pilih jenis SIM yang diajukan yaitu SIM C;

  6. Lakukan pembayaran PNBP SIM baru;

  7. Kerjakan Ujian Teori online yang diawali dengan simulasi contoh soal;

  8. Jika Ujian Teori online lulus, maka mendapatkan QR Code;

  9. Pilih Satpas untuk melakukan Ujian Praktik dan pilih jadwal ujian;

  10. Kunjungi Satpas dan jika lulus Ujian Praktik akan mendapatkan SIM baru.

Demikian tentang Golongan SIM, biaya pembuatan SIM, dan cara mengajukan permohonan SIM baik lewat cara biasa maupun cara online.

x

Please add some content in Animated Sidebar block region. For more information please refer to this tutorial page:

Add content in animated sidebar