Lompat ke isi utama

Difabel mendapatkan perhatian khusus dalam Perubahan UU Jalan. Dalam UU 2 tahun 2022 tentang Perubahan Kedua UU 38 tahun 2004 tentang Jalan terdapat ketentuan tersebut dimana pada garis bearnya penyelenggara jalan harus menjaga bagian-bagian jalan yang menjadi ruang manfaat.

Apakah jalan menjadi tidak bermanfaat ketika hal tersebut tidak ada? tentu saja ada pengecualian untuk jalan bebas hambatan dan jalan tol. Jalan bebas hambatan dan jalan tol memang tidak memiliki jalur pedestrian dan jalur kendaraan roda dua, sebab memang dikhususkan untuk pengendaraan tertentu yang hanya membutuhkan jalan untuk penggunaan khusus tersebut. Serta malah membahayakan ketia ada jalur-jalur lain yang justru menjadikannnya bukan jalan bebas hambatan.

Berikut bunyi Pasal 11 UU 2 tahun 2022 tentang Perubahan Undang-Undang Jalan:

Pasal 11

  1. Setiap Jalan harus memiliki bagian-bagian Jalan yang merupakan ruang yang dipergunakan untuk mobilitas, konstruksi Jalan, keperluan peningkatan kapasitas Jalan, dan keselamatan bagi pengguna Jalan.

  2. Bagian-bagian Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

    1. ruang manfaat Jalan;

    2. ruang milik Jalan; dan

    3. ruang pengawasan Jalan.

  3. Dalam rangka tertib pemanfaatan Jalan, Penyelenggara Jalan harus menjaga bagian-bagian Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) agar senantiasa berfungsi dengan baik.

  4. Ruang manfaat Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a terdiri atas:

    1. badan Jalan;

    2. jalur kendaraan bermotor roda dua, pejalan kaki, pesepeda, dan/atau penyandang disabilitas;

    3. saluran tepi Jalan;

    4. ambang pengaman Jalan;

    5. jaiur jaringan utilitas terpadu; dan

    6. lajur atau jalur angkutan massal berbasis jalan maupun lajur khusus lalu lintas lainnya.

  5. Penyediaan fasilitas pejalan kaki, pesepeda, dan penyandang disabilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikecualikan di Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol.

  6. Ruang milik Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b meliputi ruang manfaat Jalan dan sejalur tanah tertentu di luar ruang manfaat Jalan.

  7. Ruang pengawasan Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c merupakan ruang tertentu di luar ruang milik Jalan yang ada di bawah pengawasan Penyelenggara Jalan.

  8. Selain memiliki bagian Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), untuk mendukung fungsi Jalan, dapat dibangun bangunan penghubung berupa jembatan dan/atau terowongan guna mengatasi rintangan antaruas Jalan.

  9. Pemanfaatan bagian-bagian Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selain peruntukannya wajib memperoleh izin dari Penyelenggara Jalan sesuai dengan kewenangannya dan pelaksanaannya mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan barang milik negara/barang milik daerah.

  10. Setiap orang yang melanggar ketentuan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (9) dikenai sanksi administratif berupa teguran tertulis dan/atau denda administratif.

  11. Ketentuan lebih lanjut mengenai bagian-bagian Jalan dan bangunan penghubung, pemanfaatannya, dan tata cara pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (10) diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Jadi sebelum kita memahami apa itu SPM Jalan ada baiknya memang memahami bagian-bagian jalan. Terutama ruang manfaat jalan agar kita dapat berkendara dengan lebih tertib, saling mengjhormati antar pengguna jalan, dan tentu saja sampai tujuan dengan nyaman dengan menggunakan moda transportasi yang kita gunakan.

x

Please add some content in Animated Sidebar block region. For more information please refer to this tutorial page:

Add content in animated sidebar